Transpirasi adalah Penguapan pada Tanaman, Kenali Prosesnya
Transpirasi adalah istilah yang digunakan dalam ilmu botani. Transpirasi adalah suatu proses biologis pada tumbuhan. Pada tanaman, transpirasi adalah proses yang tidak terlihat.Transpirasi adalah bukti bahwa tumbuhan juga bisa bernapas. Pada dasarnya, transpirasi adalah proses penguapan. Transpirasi adalah proses yang memerlukan peran air dan udara.
Meski termasuk proses penguapan, transpirasi adalah proses yang berbeda dengan evaporasi. Memahami apa itu transpirasi sangat agen slot pragmatic berguna ketika mengenali karakteristik tumbuhan. Ada beragam faktor yang bisa memengaruhi proses transpirasi.
Mengenal transpirasi
Menurut KBBI, transpirasi adalah pelenyapan uap air dari permukaan daun tumbuhan melalui proses biokimia dan nonkimia agen slot deposit 10ribu. Transpirasi berasal dari kata transpiration yang berakar dari kata latin trans dan spīrāre. Trans berarti "melintasi", dan spīrāre, berarti "bernapas."
Secara harfiah, transpirasi berarti "tindakan bernapas". Dalam biologi, transpirasi adalah proses di mana air diangkut melalui tanaman dari akarnya ke pori-pori kecil di bagian bawah daunnya di mana ia menguap ke atmosfer dengan berubah menjadi uap air. Menurut Encyclopedia of Soils in the Environment, transpirasi adalah konversi air dari cair menjadi gas saat melewati stomata tanaman, bukaan kecil di bagian bawah daun tanaman vaskular.
Secara sederhana, transpirasi adalah penguapan air dari daun tanaman. Transpirasi adalah proses yang tidak terlihat, karena uap air tidak dapat dilihat karena ukuran partikel air yang kecil, seperti keringat. Suhu, kelembapan, angin, kelempaban tanah, dan jenis tanaman semuanya mempengaruhi laju transpirasi.
BACA JUGA :
Ini Pengaruh Wisata GLOW di Kebun Raya Bogor Menurut Ahli Tanaman
Proses transpirasi
Seperti semua makhluk hidup, tumbuhan melakukan proses membuang kelebihan air. Proses ekskresi kelebihan air ini disebut sebagai transpirasi. Transpirasi adalah bukti bahwa tumbuhan juga bisa bernapas.
Umumnya, proses transpirasi terjadi pada daun. Selama proses transpirasi, molekul air dalam jaringan tanaman dikeluarkan dari bagian udara tanaman. Hanya sejumlah kecil air yang diserap oleh tanaman yang digunakan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Sisanya dihilangkan dalam bentuk transpirasi.
Stomata daun adalah tempat utama transpirasi dan terdiri dari dua sel penjaga yang membentuk pori-pori kecil pada permukaan daun. Transpirasi juga bisa terjadi di kutikula dan lentikular. Stomata adalah pori-pori kecil yang ada di sisi bawah daun yang membantu pertukaran gas dan uap air.
Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis. Ketika pori-pori stomata terbuka, laju transpirasi meningkat, dan ketika pori-pori tertutup, kehilangan air berkurang.
Jenis-jenis transpirasi
Melansir Byjus, transpirasi memiliki tiga jenis, sesuai lokasi terjadinya. Jenis-jenis transpirasi adalah:
Transpirasi stomata
Transpirasi stomata adalah penguapan air dari stomata tanaman. Sebagian besar air dari tanaman ditranspirasikan dengan cara ini. Air di dekat permukaan daun berubah menjadi uap dan menguap ketika stomata terbuka.
Transpirasi lentikular
Lentisel adalah lubang kecil di kulit cabang dan ranting. Penguapan air dari lentisel tanaman dikenal sebagai transpirasi lentikular. Lentisel tidak ada di semua tanaman. Sejumlah kecil air hilang melalui lentisel.
Transpirasi kutikula
Transpirasi kutikula adalah penguapan air dari kutikula tanaman. Kutikula adalah lapisan lilin pada permukaan daun tanaman. Sekitar 5-10% air dari daun hilang melalui transpirasi kutikula. Selama kondisi kering ketika stomata tertutup, lebih banyak air yang ditranspirasikan melalui kutikula.
Faktor yang memengaruhi proses transpirasi
Kelembapan relatif
Salah satu faktor yang memengaruhi proses transpirasi adalah kelembapan. Jumlah uap air yang ada di udara pada waktu dan suhu tertentu dinyatakan sebagai persentase dari jumlah yang diperlukan untuk saturasi pada suhu yang sama. Laju transpirasi berbanding terbalik dengan kelembaban relatif. Lebih banyak kelembaban relatif kurang adalah tingkat transpirasi.
Suhu
Suhu tinggi menurunkan kelembaban relatif dan membuka stomata bahkan dalam kegelapan. Akibatnya, laju transpirasi meningkat.
Cahaya
Stomata terbuka pada siang hari dan menutup pada saat gelap. Kehadiran cahaya berbanding lurus dengan laju transpirasi.
Komentar
Posting Komentar